Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2010

Yogya(Mupat)-Selasa, 21 September 2010 berlangsung di SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta, semua pandangan tertuju dan yang hadirpun tertawa, ketika para guru dan siswa dari SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta membawakan geguritan di acara pentas seni dalam acara Syawalan guru dan karyawan, yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Kotagede Yogyakarta. Para guru dan siswa tanpa malu-malu dan canggung dalam membacakan sejumlah geguritan, walaupun ada diantara siswa yang berasal dari luar Jawa serta dalam pentas tersebut mengenakan busana Jawa.

Petikan geguritan tersebut membuat tertawa semua yang hadir. Salah satu geguritan yang dibawakan yang berjudul “Hompimpah” karangan dari Susilowai S Harjono, isinya kritikan sosial tentang keadaan negara baik dari tingkat pejabat tinggi hingga rakyat kecil yang sedang terjadai saat ini.

“Kas Negara dikreketi maling nganggo dhasi
maling cilek mati digebugi
maling pitik masuk bui
sing trilyulan malah bebas beraksi
molak maliking ukom hompimpah.”
(Susilowati S Hardjono)

Setelah sukses dalam pementasan tersebut, SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta juga mengisi pra acara Silaturohmi Keluarga Besar Muhammadiyah Kota Yogyakarta di gedung Sportarium UMY dengan geguritan yang sama. Dalam pentas tersebut, selaku pimpinan yaitu Bapak Drs. H. Khamdi Rahardjo, menegaskan bahwa geguritan mempunyai makna tersendiri bagi para pendengarnya dan agar kita semua tetap melestarikan budaya jawa/tradisional yang semakin lama semakin tergeser oleh budaya modern.

Iklan

Read Full Post »

Yogyakarta (mupat)- Sebagai generasi yang terus berprestasi, siswa-siswi sekolah SMA Muhammadiyah 4 (Mupat) Yogyakarta mengikuti program Pekan Kreatifitas Pelajar (PKP) ke- 9. Ini merupakan program rutin tiap tahun yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ranting SMA Mupat.

Anggun, Ketua Panitia Program yang juga sebagai Ketua IPM menuturkan bahwa program ini diselenggarakan bekerjasama dengan SMA Muhammadiyah Mlati Sleman. “Untuk keberhasilan penyelenggaraan kegiatan, kita bekerjasama dengan SMA Muh Mlati sehingga Program ini dapat diikuti oleh 55 peserta dari SMA Mupat dan 15 peserta dari SMA Muhammadiyah Mlati, dan total peserta berjumlah 70 orang.” tutur Anggun.

“Dari 70 peserta dibagi dalam 6 kelompok, dan masing-masing kelompok nantinya akan mendampingi kelompok masyarakat yang ada di daerah Gunung Kidul, seperti daerah Playen, Tepus, dan lainnya,” tambahnya.

Kegiatan yang bertemakan “Membangun Pergerakan, Mewujudkan Gerakan Transformatif dan Menciptakan Kepribadian Muslim dan Kreatifitas Pelajar Dalam Menyongsong Era Globalisasi”, menurut Eka Budi Santosa, S.Sos.I., M.Pd. sangat bermanfaat sekali untuk menanamkan jiwa social kemasyarakatan kepada pelajar sedini mungkin. “Siswa-siswi Sekolah harus mulai mengenal kondisi sosial masyarakat sejak dini mungkin, sehingga ketika mereka selesai sekolah sudah mampu menerapkan ilmu yang diperolehnya di masyarakat”, tegas Eko, Pembina IPM SMA Mupat. Selain itu, tambahnya,” Kegiatan ini juga sebagai ajang untuk mempromosikan sekolah ini.”

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam program PKP ini yaitu Pemberantasan Buta Huruf, Baksos, Pengobatan Gratis Ibu dan Anak, Keterampilan Masyarakat, Pemberian Nutrisi untuk Anak, Pengajian Akbar, Pendidikan Keagamaan kemasyarakat, dan lainnya.

Aisyah, siswa kelas X yang pertama kali mengikuti, menuturkan, kegiatan ini bermanfaat sekali untuk pengembangan karakter. “ dengan ini siswa-siswi diajak untuk memeiliki rasa tanggungjawab yang besar untuk membangun dan membantu masyarakat sekitar.” Jelas Aisyah.

Read Full Post »

%d blogger menyukai ini: